Senin, 19 Maret 2012

Imunisasi adalah Investasi Masa Depan Anak

(foto : google)
Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit tersebut. Imunisasi terhadap suatu penyakit hanya akan memberikan kekebalan terhadap penyakit itu saja, sehingga agar terhindar dari penyakit lain harus diberikan imunisasi lainnya.

Imunisasi dapat diberikan mulai dari anak-anak sampai ke lanjut usia, tergantung dari jenis imunisasi yang diberikan. Meskipun demikian imunisasi biasanya lebih di fokuskan untuk diberikan pada anak-anak karena sistem kekebalan tubuh mereka masih belum sebaik orang dewasa. Imunisasi juga harus diberikan secara lengkap & bertahap untuk berbagai jenis penyakit supaya tubuh mempunyai sistem kekebalan tubuh yang maksimal.

Informasi mengenai imunisasi tersebut didapat pada acara Simposium Nasional Imunisasi Ke-2 IDAI, yang berlangsung pada tanggal 19-21 November kemarin, di Hotel Harris Kelapa Gading. Dr. Badriul Hegar, Sp.A (K) sebagai ketua umum IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dalam sambutannya pada acara konfrensi pers mengatakan “ Simposium Nasional Imunisasi Ke-2 IDAI ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lengkap tentang imunisasi kepada para dokter. Upaya edukasi semacam ini secara kontinyu kami lakukan guna membekali tenaga kesehatan dengan pengetahuan & update keilmuan yang akan diaplikasikan ke masyarakat dalam upaya menurunkan angka kecacatan & kematian anak akibat penyakit infeksi ”.

Menurut dr. Toto Wisnu Hendrarto, Sp.A, ketua panitia Simposium Nasional Imunisasi Ke-2 IDAI, “ Data terakhir WHO menyebutkan terdapat kematian balita sebesar 1,4 juta jiwa per tahun akibat penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi, misalnya : batuk rejan 294.000 (20%), tetanus 198.000 (14%) & campak 540.000 (38%). Di Indonesia sendiri, Unicef mencatat sekitar 30.000-340.000 anak di Indonesia setiap tahun meninggal karena serangan campak, ini berarti setiap 20 menit seorang anak Indonesia meninggal dunia karena campak “.

Sedangkan menurut buku Panduan Imunisasi Anak sendiri, penyakit-penyakit seperti tuberkulosis, difteri, pertusis, tetanus, poliomielitis & campak mengakibatkan kematian sekitar 4 juta anak, terutama di negara berkembang. Selain kematian, penyakit-penyakit tersebut juga dapat menyebabkan anak mengalami cacat fisik & mental.

Dr. Prima Yosephine dari ditjen P2ML Kemenkes RI, mengatakan “ imunisasi merupakan program prioritas pemerintah yang dapat dilakukan di semua tempat pelayanan kesehatan. Imunisasi rutin yang dilakukan adalah imunisasi dasar untuk usia < 1 tahun yang mencakup sekitar 4,5 juta anak/tahun; imunisasi usia sekolah yang mencakup sekitar 12,5 juta anak/tahun & imunisasi TT untuk ibu hamil yang mencakup sekitar 5 juta ibu hamil. Kedepannya pemerintah akan mencanangkan gerakan akselerasi imunisasi nasional untuk mempercepat target pelaksanaan imunisasi yang sempat stagnan beberapa tahun terakhir ini “.

Terakhir, Prof. DR. Dr. Sri Rezeki S. Hadinegoro, Sp.A (K) selaku ketua satgas imunisasi IDAI mengatakan bahwa “ Sebagai penerus bangsa, anak Indonesia harus sehat secara fisik maupun mental & imunisasi merupakan pilihan terbaik untuk mencegah penyakit, oleh karena itu pemerintah & orang tua berkewajiban memberi upaya kesehatan terbaik demi tumbuh kembang anak. Selain itu bisa dibilang bahwa imunisasi merupakan investasi kesehatan untuk masa depan anak, karena pencegahan penyakit melalui imunisasi merupakan cara perlindungan terhadap infeksi yang paling efektif & jauh lebih murah daripada mengobati seseorang apabila telah jatuh sakit & harus dirawat di rumah sakit ”
sumber : medicastore
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews