Minggu, 25 September 2011

Ikan Hiu, Spesies Penyelamat Umat Manusia?

 Sebuah senyawa kimia yang ditemukan pada ikan hiu dogfish (Squalus acanthias) ternyata bisa membantu para ilmuwan mengembangkan senjata untuk melawan virus yang menyerang manusia. Temuan ini diungkapkan oleh peneliti dari Georgetown University Medical Center.

Peneliti menyebutkan, hiu dogfish memiliki kekebalan alami terhadap infeksi akibat virus karena memiliki senyawa yang disebut squalamine yang mampu mengatasi bakteria. Kemungkinan, squalamine juga dapat membunuh berbagai virus yang lazim menyerang manusia dan hewan lain.

Dalam penelitian, sebuah senyawa squalamine sintetik telah diinjeksikan pada sejumlah pasien untuk mencegah pertumbuhan pembuluh darah pada penderita kanker. Ternyata, tidak ada efek samping signifikan yang terlihat. Dari uji coba tersebut, diketahui pula bahwa senyawa itu sukses mengatasi virus dengue dan hepatitis B serta D.

Ilmuwan juga memuji squalamine atas keamanan dan bagaimana ia dapat dengan mudah dibuat. Pada laporannya, peneliti menyebutkan, senyawa kimia ini bekerja dengan mengganggu interaksi membran yang dibutuhkan untuk replikasi virus.

“Squalamine tampaknya mampu melindungi tubuh terhadap virus yang menyerang hati dan jaringan darah. Adapun senyawa serupa lain yang kita ketahui ada di ikan hiu mampu melindungi terhadap infeksi virus yang berkaitan dengan gangguan pernafasan, dan lain-lain,” kata Michael Zasloff, ketua tim peneliti, seperti dikutip dari New Age, Rabu 21 September 2011.

Zasloff menyebutkan, seseorang bisa memanfaatkan sistem kekebalan unik milik ikan hiu untuk membuat senyawa antivirus ini menjadi zat yang mampu melindungi manusia terhadap berbagai macam virus. “Jika berhasil, ini merupakan langkah revolusioner,” ucapnya.

Meski demikian, Zasloff menyebutkan, masih banyak penelitian yang perlu dilakukan untuk mengetahui apakah squalamine bisa dijadikan kandidat untuk pengobatan. “Namun kemungkinannya sangatlah menarik,” ucapnya. (art)
• VIVAnews

Remaja Lebih Mudah Galau Jika Kurang Makan Buah

Melbourne, Masa muda memang penuh gejolak, sehingga wajar jika remaja sering galau atau stres. Namun kegalauan pada remaja bukan hanya dipengaruhi oleh permasalahan yang dihadapi sehari-hari, sebab kurang makan buah juga bisa mempengaruhinya.

Sebuah penelitian di Deakin University baru-baru ini mengungkap remaja yang rajin makan sayur dan buah-buahan relatif lebih jarang mengalami masalah kejiwaan. Sebaliknya jika sering makan makanan cepat saji dan kurang bergizi, remaja akan rentan mengalami depresi dan kegelisahan.

Fakta ini disimpulkan berdasarkan pengamatan yang dilakukan para peneliti terhadap 3.000 remaja berusia 11-18 tahun di seluruh Australia. Selama kurun waktu 2 tahun sejak 2005, pola makan para partisipan diamati dan berbagai gangguan kejiwaan yang dialaminya juga dicatat.

Felic Jack, ilmuwan yang memimpin penelitian ini mengatakan ada kaitan erat antara diet atau pola makan dengan tingkat kegalauan. Namun dalam publikasinya di jurnal PLoS One, ia tidak menjelaskan lebih detail bagaimana keduanya bisa saling berkaitan.

Jack hanya menyarankan, remaja perlu mengonsumsi 2 porsi buah dan 5 porsi sayur tiap hari jika ingin terhindar dari stres. Konsumsi gandum atau karbohidrat kompleks lainnya seperti ubi dan kentang juga perlu ditingkatkan, sementara nasi dan makanan cepat saji sebaiknya dikurangi.

"Mengonsumsi makanan dengan nutrisi tinggi sangat penting bagi remaja sebab pada masa ini mereka mengalami pertumbuhan yang sangat cepat dan dinamis. Nutrisi yang cukup akan sangat membantu," ungkap Jack seperti dikutip dari Xinhuanet, Minggu (25/9/2011).

Berbagai masalah kejiwaan seperti depresi dan kegelisahan sangat sering dialami para remaja. Sebuah penelitian bahkan pernah mengungkap, 1 dari 5 remaja di Australia mengalami sedikitnya 1 jenis masalah kejiwaan baik yang dipicu oleh faktor genetika maupun stres atau faktor lingkungan. 
Sumber From : Detikheath
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews